oleh: Hilmi Z.F Soen, SSt.FT.,M.Sc
Dosen Fisioterapi Manajemen Bencana dan Gawat Darurat
Program Studi Fisioterapi STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta

Fisioterapi adalah profesi yang memiliki tugas pokok memberikan pelayanan pada masyarakat dalam koridor menjaga, mengembalikan dan meningkatkan gerak dan fungsi ketika seseorang dipengaruhi atau sedang mengalami cedera, sakit atau cacat. Fisioterapi membantu pasien yang mengalami gangguan gerak dan fungsi melalui serangkaian program intervensi dan latihan-latihan khusus yang terstruktur sesuai dosis latihan yang telah ditentukan, terapi manual, saran dan masukan yang menjadi pendidikan serta pengetahuan bagi masyarakat tentang kondisi kesehatan mereka secara detil dan menyeluruh.

Fisioterapi adalah profesi yang bergelar dan berbasis pada ilmu pengetahuan yang mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja tim, penelitian dan proses pemecahan masalah. Fisioterapi menggunakan ilmu pengetahuan yang tinggi dan ketrampilan untuk membantu mengembalikan dan meningkatkan gerak dan fungsi berbagai kondisi yang terkait dengan dasar ilmu untuk sistem yang berbeda-beda didalam tubuh seperti ; sistem neurologis (Stroke, Multiple Sclerosis, Guillan barre syndrome, Parkinson), sistem muskuloskletal ( nyeri punggung, gangguan terkait whiplash injury, cedera olahraga, arthritis), sistem kardiovaskuler ( penyakit jantung kronis, rehabilitasi paska serangan jantung, penyakit jantung bawaan), sistem kardiorespirasi ( asthma, penyakit paru obstruktif kronik, fobrosis kistik), sistem integumen (luka bakar, bedah plastik, bedah rekonstruksi) dan beberapa aplikasi keilmuan seperti fisioterapi K3 dan Ergonomi, fisioterapi manajemen bencana, fisioterapi kegawatdaruratan, fisioterapi anak, fisioterapi orangtua, fisioterapi kesehatan wanita dan kandungan, fisioterapi wellness, fisioterapi olahraga, dan fisioterapi kecantikan. Fisioterapi bekerja di berbagai spesialisasi keilmuan dalam perawatan kesehatan maupun sosial, selain itu beberapa ahli fisioterapi terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan fisioterapi, penelitian-penelitian fisioterapi dan manajer dalam pelayanan fisioterapi.
Fisioterapi menjaga, mengembalikan dan meningkatkan kemampuan gerak dan fungsi manusia sepanjang daur kehidupan artinya adalah segala usia dalam siklus kehidupan dimulai dari dalam kandungan hingga menjemput ajal semua mampu ditangani fisioterapi. Dewasa ini intervensi fisioterapi berkembang bukan hanya dalam kondisi intervensi Kuratif dan rehabilitatif saja melainkan semua program intervensi harus dimulai dengan intervensi preventif dan akan dikuatkan dalam tindakan promotif, momentum agenda tahunan TITAFI (Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi) tahun 2014 yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu yang lalu menguatkan kembali komitmen fisioterapi untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat kaitan gerak dan fungsi yang menitik beratkan pada siklus intervensi (Preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif )
Intervensi fisioterapi yang merupakan proses tindakan fisioterapi bertujuan untuk membantu mendorong pengembangan dan memberikan fasilitas dalam proses pemulihan oleh karena cidera atau gangguan gerak fungsi lain sehingga akan memungkinkan seseorang dapat kembali beraktifitas, bekerja seperti sedia kala dan membantu memberikan pemahaman agar gangguan gerak dan fungsi tidak terulang kembali. Hal ini sangat dimungkinkan oleh karena Fisioterapi adalah merupakan profesi yang berdasarkan atas ilmu pengetahuan dan mengambil secara utuh pola pendekatan kesehatan dan kesejahteraan pasien yang meliputi gaya hidup pasien secara khusus.
Pola pendekatan yang dilakukan oleh fisioterapi memiliki tujuan inti agar pasien dapat selalu berperan aktif dan terlibat dalam pola penanganan mulai dari perawatan diri mereka sendiri, pemahaman yang utuh tentang kondisi mereka, kesadaran diri untuk melakukan proses penanganan yang tepat, dan pemberdayaan serta partisipasi dalam program pengobatan mereka. Masyarakat dapat secara bebas dan berhak untuk mendapatkan pelayanan terbaik serta keuntungan yan penuh manfaat dari fisioterapi setiap saat sepanjang daur kehidupan mereka. Fisioterapi memberikan intervensi pada pasien untuk membantu mereka membuat serangkaian perubahan positif untuk kesehatan dan gaya hidup mereka demi terciptanya suatu kualitas hidup yang lebih baik.
Karir fisioterapi profesional sangat penting dalam pelayanan kesehatan yang modern, fisioterapi menjadi karir yang inovatif dan merupakan perintis dalam pola perawatan kesehatan yang modern karena fisioterapi sangat dibutuhkan saran-saran khususnya dan masukan inovatif dalam promosi, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk menjaga gaya hidup aktif masyarakat terjaga tetap sehat. Menjadi fisioterapis berarti bekerja dengan orang-orang yang mendorong perubahan positif dalam kesehatan dan gaya hidup mereka sehari-hari. Sehingga karir fisioterapi sering disebut “Revolusi Kesehatan Modern, Gaya Hidup sehat Dengan Gerak Aktif”.
Karir fisioterapi profesional dimasa depan akan semakin cemerlang, karena pemerintah telah meninjau pelayanan kesehatan untuk masyarakat mulai dari puskesmas, klinik, sampai rumah sakit nasional untuk mengidentifikasi cara terbaik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan agar derajat kesehatan meningkat demi kualitas kehidupan masyarakat yg lebih baik,melalui cara yang lebih efektif, aman dan lebih personal untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Gaya hidup modern memunculkan permasalahan seperti obesitas dan penyakit jantung yang parah, populasi indonesia semakin tua sehingga kajian pemerintah ini difokuskan pada penanganan dengan pola pendekatan fisioterapi untuk terus mengarahkan pasien melakukan pencegahan penyakit dan tetap meminta setiap pasien bertanggung jawab terhadap kesehatan diri mereka sendiri, hal ini yang pada akhirnya akan memberikan kesempatan besar kepada fisioterapi untuk menjadi penggagas dan pemimpin dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien.
Ruang yang lebih luas untuk karir fisioterapi dewasa ini semakin meningkat, bahkan bagi mahasiswa fisioterapi yang baru menyelesaikan program profesi Fisioterapis nya kesempatan berkarir sangat menjanjikan, karena seorang mahasiswa yang baru menyelesaikan program profesi fisioterapi dibekali keilmuan untuk mampu melihat kepeluangan yang lebih luas, memiliki jiwa kewirausahaan karena kesempatan karir fisioterapi ada pada banyak sektor, sehingga karir fisioterapi unik dan tidak hanya dibatasi bekerja untuk memberikan pelayanan kepada orang sakit saja di Rumah sakit atau puskesmas, fisioterapi bekerja dengan orang sehat dan orang yang ingin lebih sehat. Misalnya, praktek-praktek swasta yang memberikan pelayanan pada pasien secara independen melakukan pelayanan dengan tujuan mengembalikan seseorang pada gerak dan fungsi seperti sedia kala, sebagai fisioterapi pada sebuah tim olahraga untuk membuat atlit mampu segera pulih dari cidera, mencegah terjadi cidera, dan meningkatkan serta menjaga performa atlit pada performa terbaik mereka. Kesempatan pada sektor birokrasi dalam pengembangan kebijakan dan penelitian yang akan terus mendorong pengembangan pelayanan inovatif yang membuat fisioterapi menjadi bagian terpenting dalam proses pelayanan kesehatan modern.