Oleh: Ns. Sarwinanti, M.Kep., Sp., Kep.Mat
(Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Stikes a�?Aisyiyah Yogyakarta)
white ray ban sunglasses
Beberapa waktu lalu penulis dikejutkan dengan sebuah media cetak yang memberitakan bahwa di sebuah kecamatan di wilayah DIY menempati a�?peringkat pertamaa�� se-Propinsi untuk kejadian penyakit menular seksual. Dan yang lebih tragis dari kejadian tersebut adalah 50% penderita merupakan laki-laki yang masih memiliki istri syah dan ada sebagian masih berusia belasan. Sebagai seorang perempuan lantas terbersit dalam pikiran saya a�?bagaimana dengan keadaan istrinya bila suaminya penderita PMSa�??. Secara perlahan dan pasti istrinya akan tertular dan apabila istri dalam kondisi hamil, maka bayi yang dikandungnya juga akan tertular. Sadarkah si istri bahwa suami telah membawa a�?oleh-oleha�� bagi diri dan janinnya? Itu hanya pada 1 suami, bagaimana apabila hal tersebut terjadi pada 10 suami? Secara otomatis akan berlipat menjadi 30 penderita. Berdasarkan ilustrasi tersebut, alangkah mengerikan kondisi masyarakat di sekeliling kita apabila fenomena ini dibiarkan dan tidak segera mendapatkan respon yang positif dari semua fihak. Dari data yang terdeteksi oleh Puskesmas/Dinas Kesehatan setempat dapat disimpulkan bahwa yang tercatat tersebut penderita yang melakukan periksa di Puskesmas. Lantas bagaimana dengan masyarakat yang tidak melakukan pemeriksaan, praktis tidak akan terdeteksi oleh fihak pelayanan kesehatan. Dari kondisi itu hanya sedikit yang terlihat dan diketahui oleh petugas kesehatan.

air jordan iv

Apa itu PMS ? Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi oleh bakteri, virus, parasit maupun jamur. Penularan PMS ini terutama karena hubungan seksual dari sesorang yang telah terinfeksi kepada mitra seksualnya. PMS ini akan memiliki resiko yang lebih tinggi apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral/mulut maupun anal/anus. Penyakit Menular seksual merupakan salah satu penyebab Infeksi saluran reproduksi (ISR) meskipun tidak semua PMS dapat menyebabkan ISR dan tidak semua ISR disebabkan oleh PMS. Mayoritas penderita PMS tidak menyadari bahwa dirinya mengidap PMS karena seringkali penyakit ini tidak menunjukkan gejala. Tanda dan gejala yang sering terjadi antara lainA�rasa sakit atau nyeri saat kencing atau berhubungan seksual, rasa nyeri pada perut bagian bawah, pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin, gatal dan merah pada alat kelamin serta timbul bintil-bintil/ borok pada kelamin.
Low Cost air jordan
A�Dampak PMS pada Ibu Hamil
ray ban sunglasses women
Penyakit menular seksual dapat menyebabkan infeksi saluran reproduksi yang merupakan penyakit yang sangat serius. Apabila tidak mendapatkan pengobatan secara tepat akan menyebabkan menjalarnya infeksi sehingga akan menyebabkan penderitaan, sakit yang berkepanjangan dan kemandulan bahkan kematian. Dampak PMS pada kehamilan bergantung pada organisme penyebab, lamanya infeksi, dan usia kehamilan pada saat perempuan terinfeksi. Kehamilan yang tidak sehat seringkali terjadi akibat PMS, misalnya kematian janin (keguguran atau lahir mati), BBLR dan infeksi kongenital atau perinatal antara lain kebutaan, pneumonia neonatus, dan retardasi mental. Kematian janin baik dalam bentuk baik dalam bentuk abortus spontan maupun lahir mati, dapat ditemukan pada 20-25% perempuan hamil yang menderita sifilis dini. Melihat kondisi yang telah mengkhawatirkan itu marilah kita berbuat dan ikut berperan agar dapat memutus mata rantai penularan PMS.